33. PERJALANAN CINTA KITA Jangan pernah sekalipun membenci orang yang telah menyakitimu. Karena bisa saja suatu saat nanti dia akan membawakanmu seribu kali atau bahkan lebih kebahagiaan dalam hidupmu... -7 bulan kemudian- Dalam ruangan bernuansa putih nampak wajah lelah seorang pria yang masih dengan setia menggenggam tangan perempuan yang berusaha memejamkan matanya. Sekali-kali perempuan itu meringis sakit lalu mencengkram tangan pria itu dengan kuat hingga si pria yang hampir saja tertidur menjadi kembali terjaga. “Kenapa? Sakit?” bisiknya. “Aduh, rasanya mules banget perut ku.” Ringis Umi. Punggung tangan Umi di cium lembut oleh Hans. Kemudian sebelah tangannya mengusap peluh dikening Umi. “Tambah mules?” tatapan sayang tak luput dia berikan untuk istrinya yang tengah b

