“Jadi, rupanya Albert sudah berhasil mendapatkan hatimu ya.” Karina menatap kakak sepupunya dengan pandangan bingung yang kentara sekali dibuat-buat. “Jangan pura-pura bingung begitu, Karina. Kamu pasti tau apa yang kakak maksud.” “Aku enggak tau.” “Yakin kamu enggak tau?” “Kak Lila!” Lilia menghela nafas panjang, “Entah kamu yang menarik diri hingga berpura-pura tidak tau atau kamu memang sengaja ingin menggantung terus perasaan Albert hingga sekarang.” “Kak Lila!” “Jangan manggil nama kak Lila terus. Panggil nama Albert sana!” seru Lilia yang pada akhirnya kesal karena Karina terus menanggapinya dengan memanggil namanya. “Ngapain manggil Albert?” “Supaya kamu bisa menyatakan cinta sama dia gitu?” “Apaan sih, Kak Lila!” Karina berusaha menyangkal, namun reaksi pipinya yang meme

