TOK! TOK! TOK! “Siapa?” “Ini bik Ijah, non Karina.” “Masuk saja, Bik Ijah.” Bik Ijah masuk kamar Karina, “Maaf kalau Bik Ijah ganggu malam-malam begini, tapi ada surat buat non Karina.” Bik Ijah menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Karina. “Dari siapa ini?” tanya Karina. “Enggak tau Non, tadi kurirnya hanya bilang ini untuk Non Karina.” “Oh. Ya sudah, terima kasih ya bik.” “Sama-sama, Non Karina. Bibik keluar dulu ya.” Karina mengganguk. Begitu bik Ijah keluar dari kamar, segera saja Karina membuka amplopnya dan melirik ke dalam. Foto? “Aku keluarin semua isinya langsung deh.” Beberapa lembar foto langsung memenuhi kasur Karina. Karina sangat terkejut melihat apa yang terpampang di foto tersebut, terutama karena Karina sangat mengenal siapa pria yang ada di foto. Mata Kari

