DUA PULUH TAHUN KEMUDIAN

1500 Kata

"Daniella!" Terdengar sebuah suara dengan nada merajuk. Suara itu mengalihkan Daniella dari kesibukannya membaca novel favoritnya. Dengan kesal Daniella menoleh ke arah Christine, sahabat karibnya. "Ah, apaan sih? Berisik banget kamu!" "Lagian kamu itu serius banget sih baca novelnya,” ucap Christine dengan nada sebal, “aku menginap di rumah kamu bukan buat diabaikan loh!" "Berisik!" Christine mengerucutkan bibirnya. "Sudah gak usah pake manyun. Nanti makin mirip sama si dower," ejek Daniella. Daniella terkikik membayangkan Christine berubah menjadi si dower, yang bibirnya suka manyun-manyun itu. "Sialan. Daniel belum pulang juga?" "Daniel? Masih di jalan kayaknya. Kenapa? Kangen ya sama abang aku yang ganteng satu itu?" Tebakan Daniella yang benar itu membuat pipi Christine meron

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN