Ray berjalan mondar-mandir di ruang tamu apartemennya. Tangannya terus memegang ponselnya, menunggu kabar baik dari sepupunya. Perasaan resah dan gelisah terus melanda selama ini menunggu ponselnya berbunyi. Apa Mikha gagal mendapatkan fotonya? Atau kah terjadi sesuatu pada mereka? Beberapa menit kegelisahan Ray lenyap. Terdengar lagu dari grup band ternama dari Amerika mengalun lembut di ponselnya. Dengan gerakan cepat, Ray mengangkat ponselnya hingga berada dalam jarak pandangan matanya sebelum menekan tombol hijau. "Mikha, apa rencana kamu berhasil?" tanya Ray tanpa mengucapkan salam kepada Mikha melalui sambungan telepon mereka. "Semua sudah beres, sepupu. Aku tadi merasakan Karina memperhatikan kami terus hingga dia dan perempuan satunya yang bersamanya keluar dari cafe." "Bagus

