Bianca POV Jam tiga sore aku sudah bersiap-siap untuk pergi. Aku senang sekali karena calon mertua Andini lebih memilih makanannya diantar oleh ojeg online. Berarti aku tidak perlu menunggu sampai jam 4. Aku menatap ke luar jendela. Mungkin Tuhan mempermudah jalanku untuk bertemu dengan Erick. Di dalam hatiku aku sudah tidak sabar sekali ingin melihatnya. Aku kembali memoles lipstick bewarna nude dan sedikit merapikan rambut panjangku. Aku melihat wajahku di cermin kecil, sepertinya sudah terlihat fresh. Lebih baik aku jalan sekarang daripada aku telat terkena macet. Aku merapikan semua peralatan make up milikku. Aku juga merapkan berkas-berkas diatas mejaku. Melihat semuanya sudah rapi aku pun melangkah keluar. Aku melangkah dengan perasaan amat senang. Sudah tiga tahun aku tidak berte

