Luka batin

1029 Kata

Om Juan! Papa! Seruan itu terlontar serempak dari mulut Mita dan Diandra, refleks tak terkendali yang langsung memecah keheningan ruangan. Tanpa peringatan, Juan menerobos masuk, langkahnya tegas, wajahnya dipenuhi amarah yang tidak tersamarkan. Tatapan tajamnya langsung tertuju pada Diandra, dingin, penuh penghinaan, seolah keberadaannya sendiri mencemarkan tempat ini. "Diandra, sekarang juga Om minta kamu pergi dan jangan pernah injakkan kaki kamu lagi ke perusahaan Om. Mengerti?" Telunjuknya lurus mengarah ke pintu keluar yang masih terbuka lebar, seakan memberikan ultimatum yang tak bisa diganggu gugat. Diandra membeku di tempat, pikirannya berputar, berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Penghinaan itu datang seperti bayangan gelap yang menyelimuti dirinya, begitu mendad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN