Maaf aku harus pergi, meski sepenuh hati ingin tetap tinggal di sini bersamamu *** Minggu, 08 April 2018. 12.50 WIB. Cakra melihat jarum jam di pergelangan tangan, lalu menghela napas berat. Satu jam lagi ia akan pergi meninggalkan kota ini—bahkan negara ini. Namun entah kenapa ada perasaan tidak rela. Lalu ia melihat ke sekeliling. Pandangannya mencari-cari keberadaan sesuatu—atau seseorang. Sekali lagi ia menelan kekecewaan. Apa yang dicarinya sama sekali tidak terlihat. Mungkin dia tidak akan datang, pikir Cakra. Gagasan itu ternyata memberikan nyeri di dadanya. Mungkin ini memang kesalahannya. Kalau memang ia mengharapkan kedatangan wanita itu sebelum pergi, kenapa dia tidak mengatakan secara langsung kemarin malam? Kenapa dia hanya memberitahu jam keberangkatannya saja? Terlebih

