“Kamu tahu ini apa namanya?” Kirana memutar matanya. Bagaimana bisa Cakra menanyakan hal sebegitu mudah kepadanya? Hari ini Kirana sedang kesal kepada Cakra karena pria itu tidak menepati janji. Beberapa hari lalu mereka sudah sepakat untuk meninjau gedung yang akan mereka jadikan sebagai tempat pernikahan. Namun, Cakra malah tidak bisa. Ada kerjaan yang harus diselesaikan, begitu alasannya. Padahal pernikahan mereka sudah semakin dekat. Apa semua pria menjadi begitu menyebalkan di saat mendekati hari pernikahan? “Kamu tahu ini apa namanya?” Sekali lagi Cakra bertanya, sama sekali tidak peduli dengan wajah Kirana yang seperti jeruk purut. Kecut! “Anak-anak juga tahu namanya.” “Apa?” Kali ini Cakra menyeringai.

