Kirana baru keluar dari ruang dokter. Hari ini jadwal check up kandungan. Kirana ke dokter bersama Mika karena Cakra harus keluar kota untuk urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. "Apa kata dokter?" kata Mika mendekat saat melihat Kirana keluar dari pintu. "Bayinya sehat." "Syukurlah." Mika bernapas lega. "Cakra itu gimana, sih. Udah jelas istrinya lagi hamil, butuh perhatian lebih, malah ditinggal. Memangnya pekerjaan itu lebih penting dari kamu apa?" Kirana diam, tak menyahut. Namun, wajahnya tidak bisa menepis kesedihan yang tiba-tiba membayanginya. "Sorry, Na. Aku nggak bermaksud buat kamu sedih," Mika meminta maaf, takut ucapannya barusan melukai hati sahabatnya itu. "Nggak apa-apa," Kirana berusaha tersenyum, tapi hambar. Perasaannya benar-benar sedang kacau saat ini.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


