Makan siang di kantin rumah sakit menjadi satu hal baru yang Ayana rasakan sekarang. “Kenapa kamu mesem mesem kaya gitu?” Arsen melihat Ayana dengan heran. Karena sejak tadi Ayana mesem mesem tak tau alasannya apa. “Ayana seneng aja dok, bisa makan di rumah sakit. Selama KOAS nantinya.” Jawaban Ayana justru membuat Arsen menahan geli dan tak bisa menutupi suara tawanya. “Haha...!!” tawa Arsen bahkan terdengar sampai meja di sebrang mereka. “Kenapa dokter ketawa ketawa!” Ayana jengkel karena kebahagiaanya di cemooh oleh Arsen. Arsen menghentikan tawanya yang masih tersisa.”Kalau kamu seseneng itu makan di kantin rumah sakit, sana jadi pasien aja....” gelak tawa Arsen makin mengeras. Membua

