Stalker.

1952 Kata

“That your wedding rings …?”             Mulut ultra wide, kaya layar bioskon Janne ini selalu aja buat masalah. Di tengah tengah kerumunan banyak orang. Rasa keponya engga bisa di batasin. Unlimited.             “No! Just ring …” aku langsung nutupin tanganku ini. Aku lupa, buat ngelepas cincin pernikahan ini. Dulu, kenapa aku cepet banget milih cincin ini kurang dari sepuluh menit. Alasannya karena cincin ini sederhana. Tapi di mahal. Udah aku sukanya yang mahal mahal.             “Janne, lets go to China Town tonight, I wanna try some spicy food…”             Mulut Janne langsung melongo. Sukses. Caraku mengalihkan perhatian dia. Janne suka makan, sama kaya aku. Bedanya, jangan pernah mikir bule itu kaya. Buktinya, Janne bule melarat. Bokeknya amit amit. Untung aku punya tabungan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN