"Kita putus!," gadis itu tertegun, seketika binar yang menghiasi mata cokelatnya menghilang dan tergantikan dengan gumpalan cairan bening yang akan tumpah. "K-kenapa?," cicitnya tak berani menatap wajah lelaki yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya. Devian, lelaki yang sudah berani membentaknya itu tersenyum miring. "Gue muak sama lo! Childiss, manja, dan sok cantik," air mata yang sedari di tahannya luruh ketika mendengar kalimat itu keluar dari mulut seseorang yang ia sayang. "Angel kan emang cantik," balasnya polos dengan air mata yang menghiasi pipinya. Angel, itulah nama gadis yang katanya sok cantik itu. Devian menggeram kesal "Lo itu belum cocok pacaran! Tingkah kekanakan lo cuma bisa bikin malu pacar lo!," ujarnya menusuk. Angel menangis tak peduli dengan tatapan Devian,

