Menghilangnya Yuni membuat perasaan Gema seketika dilanda ketakutan hebat. Pikirannya hanya tertuju pada satu tempat yang harus segera ia kunjunginya. Langkahnya mengayun panjang dan cepat begitu memasuki parkiran dan lobi gedung. Sudah tak sabar untuk memastikan bahwa istrinya hanya mencari tempat pelarian sementara dan ada di lokasi yang ia datangi saat ini. Apartemen Yuni yang ditempati Lala dan Ika. Sayangnya, begitu pintu apartemen itu terbuka, hanya ada sosok Lala dan Ika yang menyapa dirinya dengan seraut tanda tanya yang kentara. “Kang Gema. Tumben ke sini?” “Yuni ada bersama kalian kan?” “Yuni nggak ada di sini. Memangnya kenapa?” Ika menunjukkan raut terkejut. “Jadi Yuni tidak ke sini?” Lala dan Ika saling menukar pandangan bingung. “Masuk dulu Kang!” ajak Ika kemudian. “

