MSH 54 - Petaka

2388 Kata

“Honey!” seru Dirga sambil menepis cengkraman kedua petugas keamanan yang sejak tadi terus memeganginya. Pria itu berjalan sempoyongan ke arah Yuni dan Gema dengan wajah sumringah meski dalam keadaan mabuk dan setengah sadar. Gema langsung pasang badan menghalangi Dirga yang ingin memeluk sang istri. Yuni sendiri hanya bisa menatap nanar pada mantan pacar sekaligus sepupu iparnya itu. “Elo kenapa mabuk-mabukan gini, Ga? Dan itu muka lo kok bisa sampe babak belur gitu? Siapa yang mukulin lo?” cecarnya prihatin. Sementara sang suami berusaha memahami situasi dan memendam rasa cemburu karena ucapan sang istri yang terdengar sangat perhatian dan cemas. “Aku rindu padamu, Hon. Kamu tidak pernah bisa kuhubungi. Kamu juga sudah tidak peduli padaku,” rengeknya sambil terus berusaha menggapai Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN