Gema baru saja menjemput Yuni pulang dari kantor. Tak perlu menunggu lama, baru saja kendaraan memasuki tol, Yuni sudah menguap dan akhirnya tertidur setelah sang suami mengusak-usak puncak kepalanya. Kandungan Yuni sudah jalan di usia dua puluh satu minggu. Namun, perut yang harusnya membuncit itu tak terlalu kentara terlihat. Yuni terlihat masih sangat cantik. Volume pipi dan lehernya juga tak terlihat bertambah. Wanita itu tak terlalu jauh berbeda seperti saat sebelum hamil. Berat badannya bertambah sebab porsi makan Yuni juga bertambah. Tapi volume lemaknya hanya bertambah di bagian panggul, d**a, lengan dan pahanya saja. Betis kaki Yuni bahkan masih ramping dan terlihat jenjang seksi. Gema tersenyum sambil mengusap pipi wanitanya itu dengan punggung jemari tangan sebelah kirinya,

