“Daffi sama Kak Bian jagaian Ibu ya? Biar Ayah sama Kak Raka dan Kak Rasi yang cari pesanan Ibu.” “Siap, Yah!” Daffi memberikan jempolnya dan tersenyum lebar, Abian yang berada disampingnya terkekeh sambil mengelus kepala bocah itu. “Daffi mau bakso tapi pentolnya aja yah! Enggak pake saus sama sambal!” “Siap komandan!” canda Abimanyu membuat senyum di bibir Kadaffi makin lebar. Abian menatap ke arah pagar Villa dimana kedua anak laki-laki Abimanyu saling tatap bak ingin membunuh. Yakinkah Abimanyu mau mengajak Arasi dan Araka? Bukannya membeli makanan yang ada mereka nanti akan saling memakan. “Fi, udah enggak sakit lagi lukanya?” tanya Abian sambil mengelus pipi adiknya yang bertempel plaster. Ia menutup pintu Villa dan mengajak Kadaffi masuk, udara disini akan membuat mereka cepat

