BAB 13

2222 Kata

Wajahnya masih kaku. Memandang ke jalan raya yang ada di hadapannya sedangkan tangan dan kakinya dengan sendirinya bekerja untuk menstabilkan mobil agar tak sampai menabrak mobil yang ada di depan ataupun di samping mobilnya. Sedangkan penumpang di sebelahnya sudah mengeluarkan tetes keringat karena ketakutan. Tubuhnya gemetar –menggigil- seakan-akan di hadapannya berdiri malaikat maut yang siap menariknya keluar dari bumi.                   “F-frans bisakah kau memelankan mobilnya?” lirih Andria ketakutan. Wajahnya telah basah oleh keringat –padahal ini sudah memasuki musim gugur- dan juga air mata.                   Frans melirik Andria dengan sengit kemudian matanya kembali melirik kaca spion pada kiri-kanan dan tengah mobil. Sudah ada tiga mobil polisi yang berada di belakangnya –ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN