Pagi ini Andria terlihat tak biasa di mata Nate. Wanita itu sudah bangun pukul enam pagi dan bahkan sudah rapi dengan terusan berwarna merah marun dan syal berwarna coklat. Memang sejak kakinya harus dipasangi pen dan diberi gips, Andria tak bisa menggunakan jenis celana apapun karena sulit untuk memakainya sehingga Nate membelikan begitu banyak terusan dari mulai gaun maxi, gaun cocktail, gaun musim panas, hingga gaun tidur. Andria tak dapat menutupi wajahnya yang memerah saat mengetahui Nate membelikannya gaun tidur. “Sudah waktunya sarapan,” tegur Joanna saat melihat Andria sibuk dengan iPad yang Nate belikan untuknya. Andria menengadah sembari tersenyum. Ia kemudian berusaha berdiri sebelum akhirnya Joanna menopang tubuhnya dengan memegangi lenga

