Andria terbangun dari tidurnya dan mengernyit begitu merasa udara dingin menyentuh seluruh permukaan tubuhnya. Tanpa membuka mata, ia menarik selimut sampai menutupi wajahnya. Ia sadar New York sudah masuk ke musim dingin tapi ia tak tahu bahwa udaranya akan sangat dingin. Pergerakan di dalam selimut membuatnya mengernyit lagi. Gesekan antara selimut dengan tubuhnya begitu terasa. Seakan-akan tak ada penghalang apapun diantara kulit dan selimutnya. Dengan mata masih mengantuk Andria membuka selimut. Matanya langsung membelalak lebar begitu diketahuinya ia tak mengenakan apapun di balik selimut itu. Dengan cepat ia membungkus kembali tubuhnya dengan selimut. Kali ini lebih erat. Tiba-tiba ia merasa pusing. Pusing karena memaksa matanya untuk terbuka, dan pusing karena ki

