“Kau mulai menggodaku!” ujarnya sinis menatap kearahku. “Hfftttt, hffttt!” aku menyuarakan itu seraya menggelengkan kepalaku. “Kau mau menggodaku ya, sayang?” nada suaranya cepat sekali berubah, dari sinis kejam ke penuh rayu. Aku tetap menggeleng mencoba menutupi kesalahanku. Lalu rasa sakit seakan mencekikku. Ia menarik ke atas batang kerasku, seakan ingin melepaskannya dari tubuhku. Kejantananku memanjang, sehingga mau tak mau aku harus mengangkat pinggangku untuk menghindari hal-hal yang tak kuinginkan. Lalu ia melepaskan kejantananku dan tubuhku terjatuh dari ketinggian. Tak terasa, air mata mulai membasahi pelupuk mataku. Karena rasa sakit melanda diriku. Saras yang melihatku mulai menangis, memasang tatapan iba kearahku. “Aduh sayang, sakit ya? Maafkan aku sayang.” ujarnya sera

