Misteri Ibu

372 Kata
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepadaibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anaklagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...." Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapaIbu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?" Sangayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanyaitu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetapbertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita,Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahanseluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkalimenerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untukmencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau,tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan padabayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikankenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melaluimasa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklahyang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak? Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikanpengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernahmelukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiapkesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, salingmelengkapi, dan saling menyayangi. Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakankapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupunsebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan". Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masihhidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga. Kasih ibu itu seperti lingkaran, tak berawal dan takberakhir. Kasih ibu itu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh setiaporang yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi, menghangatkannyaseperti mentari siang, dan menyelimutinya seperti bintang 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN