Mama Akhtar benar-benar menjaga Shanum dengan sangat hati-hati. Setelah pulang dari rumah Shanum disuruh kembali istirahat, dan mamanya yang akan mengurus Wafi untuk sementara sampai keadaan Shanum benar-benar membaik. Dia sangat antusias mendengar kabar kehamilan Shanum. Begitu pula dengan Shanum dia bahagia, tapi saat ini yang ada di fikirannya hanya reaksi apa yang akan terjadi pada suaminya jika kabar ini ia ketahui. “ Num, kita harus segera ngabarin Akhtar. Jadi dia bisa langsung pulang. Pasti dia seneng banget kalau denger kamu hamil num.” Ucap mamanya yang sudah siap menelfon Akhtar. “ Sebaiknya jangan bicarakan masalah ini dengan mas Akhtar lewat telfon ma, Tunggu sampai mas Akhtar pulang aja dulu ma. Ini kan berita penting lebih bagus di bicarakan langsung.” Jawab Shanum. “ Ben

