“ BUNDA….” Setiap hari teriakanlah yang selalu terdengar di kediaman rumah Akhtar. Shanum dan Akhtar yang sudah siap di meja makan menunggu anak-anak mereka pun hanya saling pandang dan menghela nafas. Kemudian dari arah tangga berlarilah seorang gadis cantik dengan mata yang berkaca-kaca. Namun saat baru turun dari tangga tak lupa ia berhenti dan mengambil bingkai foto lalu mencium foto tersebut. “ Selamat pagi kak Kafka.” Ucapnya, kemudian dia kembali berjalan menuju ruang makan. “ Hari ini apa lagi yang kak Wafi buat sayang. Kenapa wajah princess ayah yang tadinya cantik berubah jadi jelek begini.” Tanya Akhtar dengan membawa putrinya dalam pangkuannya. “ Bunda kenapa bunda ngga ngelarang kak Wafi. Kan Zifa ngga suka kalau kak Wafi tidur di kamar Zifa. Pasti kalau dia tidur di kama

