Setelah beberapa minggu Wafi dirawat di rumah sakit dia diperbolehkan untuk pengobatan rawat jalan. Akhtar pun menyewa seorang suster untuk membantu Shanum merawat Wafi. Karena Akhtar tak ingin Shanum kelelahan dan semua itu bisa berakibat fatal pada kesehatannya dan juga kandungannya. Dan Shanum kembali ke aktivitasnya seperti dulu. Pagi ini Shanum menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Wajahnya mulai berseri kembali karena perasaan lega dapat ia rasakan. Ia tak menutupilagi semuanya dari Akhtar. Kali ini pun Shanum sedang membayangkan saat tadi dirinya dan Akhtar melaksanakan shalat subuh berjamaah, hatinya benar-benar bahagia. Sampai tiupan ditelinganya menyadarkan dirinya. “ Astagfirullahaladzim.” Ucapnya dan langsung menoleh kebelakang. “ Mas Akhtar.” Akhtar langsung melingkarkan

