PDS 108 - Kenyataan Pahit

1597 Kata

Luvina dan teman-temannya memasuki pelataran parkir rumah kediaman Nathan, mereka janjian bertemu dan datang melayat bersama, ketika mereka datang, semua orang sudah bersiap akan ke pemakaman. Suasana duka diwarnai dengan suasana serba hitam pada pakaian para pelayat yang hadir. Pemakaman memang identik dengan warna hitam. Tapi sebagian kecil orang-orang juga mengenakan pakaian berwarna. Semua orang sudah berdiri untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman. “Semua orang akan berangkat ke pemakaman,” kata Tania. “Benar. Kita langsung ikut saja mereka,” jawab Helmya. “Kayaknya masih akan ada sepatah kata dari keluarga.” Ria melanjutkan. “Suami dari Almarhumm Yusha Alma, yang mana?” tanya salah satu tetua di kawasan ini. “Bukannya kata Nathan, kakak keduanya belum nikah ya?” “Mungkin udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN