Sudah berjalan lima belas menit Allura, Dhia, dan Virgi hanya bertugas menatap Kanaya yang sejak tadi sibuk mengunyah es batu. Dengan tatapan mata yang terus tertuju ke arah depan. Di mana Abimanyu dan Namora sedang sibuk berbincang. Ekspresi yang nampak pun berubah-ubah. Mengikuti ekspresi yang dipancarkan dua orang itu. Anehnya, jika Abimanyu dan Namora tertawa lepas, Kanaya justru sibuk menghentakkan kakinya dengan ekspresi yang super cemberut. Hal itu tentu saja menarik beragam pertanyaan dalam benak tiga sahabatnya. Ini sudah kesekian kali. Hubungan Abimanyu dan Namora nampaknya bukan hanya sekadar teman. Sudah lebih dari itu. Walaupun Kanaya tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Tapi dari sikap Abimanyu, Kanaya sudah bisa menebak, ada hubungan lebih jauh di antara dua orang itu.

