"KENAPA kamu nggak mau aku ajak dinner di Eiffel?" tanya Raja begitu mereka berjalan bergandengan tangan sambil berpayung menuju hotel. Mereka sudah hampir sepuluh menit berjalan kaki karena taksi yang membawa mereka dari restoran tadi tidak mengantar mereka sampai didepan hotel. Lea yang meminta. Katanya ia ingin lebih menikmati malam terakhir mereka di Paris, karena besok pagi mereka akan terbang ke Bordeaux, kota impian Lea. Lea menghela nafas berat mendengar pertanyaan Raja. Gadis itu menatap kemegahan menara Eiffel nanar, seakan sedang berusaha membuka kembali kotak ingatannya tentang menara itu. "It's old story..." katanya lirih. "Waktu itu musim dingin dan umur Lea empat belas tahun kalau nggak salah. Keluarga besar liburan ke Paris, semuanya kecuali Eyang. Tante Rianti bahkan ter

