LEA duduk dengan gelisah di kursinya. Wanita itu sesekali melirik kearah Raja yang sedang asyik bermain dengan Ara. Hatinya cemas, terlebih setelah mendapat telpon dari Kak Rene tadi pagi. Perjalanan mereka ke Swedia terpaksa harus dibatalkan karena satu hal. Tadi Kak Rene menelpon subuh – subuh sekali dan meminta Lea agar segera pulang ke Jakarta. Kak Rene belum bercerita apa yang terjadi, tapi Lea tau dari nada suaranya, kakaknya itu pasti sedang punya masalah besar. “Nggak usah cemas, semua pasti baik – baik aja…” Raja menghampiri Lea dan duduk di samping istrinya itu. Pria itu menyunggingkan senyum meneduhkannya, berusaha membuat Lea tenang. “Mana Ara?” tanya Lea begitu tak mendapati putrinya tak berada di gendongan Raja. “Sama Mommy di depan…” Raja menunjuk ke arah Mommy dan Dadd

