TIGA bulan berlalu sejak Ara lahir. Ara benar – benar menjadi pusat perhatian di rumah keluarga Mahendra. Rumah mereka yang biasanya hanya diisi oleh teriakan Mommy dan rengekan manja Lea, sekarang menjadi lebih heboh dengan tangisan Ara yang kencang. Seolah – olah ia sedang adu lengkingan suara dengan Oma-nya. Raja kadang tak habis pikir, dulu anak Karina masih enteng waktu masih berumur seminggu, tapi anaknya sungguh berbeda. Si kecil itu benar – benar hobi menangis sejak lahir. Tidur pasangan orangtua baru itupun tak lagi nyenyak di malam hari. Semakin besar, Ara seringkali mengajak mereka begadang sampai dini hari atau bahkan sampai subuh. Raja sungguh kasihan pada Lea, akhir – akhir ini istrinya itu tampak sangat kelelahan. Berat badannya turun sangat banyak dan beberapa hari yang la

