hari pertama kerja

997 Kata
Lestari terbangun saat adzan subuh berkumandang, ia segera mengambil air wudhu dan Sholat subuh, ia mulai melupakan masalah yang dihadapi, ia tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. "Sudah bangun tar?" Tanya Tante Irul yang sedang membuat masakan untuk sarapan. "Sudah Tante, maaf Tari nggak bisa bantu!" Ucap Tari sembari masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap melaksanakan sholat subuh. "Tidak apa-apa tar, ini kan hari pertama mu kerja!" Tante Irul selalu berbuat baik kepada diriku, ia sangat menyayangi diriku. Setelah menyelesaikan sholat, Lestari bergegas untuk mempersiapkan diri pergi ke kantor. Ia berjalan menuju jalan raya untuk naik angkutan umum. Sekitar 15 menit lestari sampai di kantor tempat ia bekerja, ia merasa terkejut saat melihat Pak Akmal sudah duduk di ruangan tempat ia kerja. "Assalamualaikum," ucap Lestari di depan pintu ia segera masuk ke dalam ruangannya. "Bapak!" Panggil Lestari saat melihat pak Akmal sudah duduk di meja kerjanya. "Waalaikum salam, kenapa kamu kaget!" Pak Akmal mengetahui kalau Lestari terkejut saat ia datang lebih awal dari karyawan. "Maaf pak aku telat!" Lestari meminta maaf kepada pak Akmal karena takut hari pertama ia kerja telat. "Belum terlambat," jawab pak Akmal sembari melihat jam tangan yang berada di tangannya. "Aku ingin bertanya, apa yang harus saya kerjakan!" Aku mulai bertanya kepada Pak Akmal. "Ini yang harus kamu kerjakan!" Pak Akmal memberikan Lestari jadwal pekerjaannya. Lestari pun mengambil data yang harus ia kerjakan. "Terima Kasih pak," ucap lestari sembari tersenyum menatap Pak Akmal. Lestari kembali duduk di meja kerjanya. Ia membaca satu persatu yang harus ia kerjakan. Mulai dari jam 07.00 wib sampai selesai. Di dalam jadwal tidak disebutkan kapan waktu kerja berakhir. "Banyak sekali," ucap lestari sembari membaca panduan kerjanya. "Semangat aku tidak boleh menyerah," ucap Lestari sembari tersenyum menatap jendela tempat kerjanya. "Lestari!" Panggil pak Akmal dari ruangannya. Lestari segera menjawab dan menghampiri pak Akmal. "Baik pak, ada apa?" Tanya Lestari sembari berdiri di hadapan pak Akmal. "Tolong buatkan saya kopi!" Ucap pak Akmal. Lestari segera pergi untuk membuat kopi. "Pak kopi apa?" Tanya lestari sebelum pergi. "Kopi hitam!" Jawab pak Akmal. Lestari segera berjalan menuju dapur, ia segera membuatkan kopi pesanan pak Akmal. "Ini pak kopinya!" Lestari meletakkan kopi di meja pak Akmal. "Terimakasih!" Ucap pak Akmal kepada Lestari. "Sama-sama pak," jawab Lestari sembari pergi meninggalkan ruangan nya. "Wajah Lestari sangat cantik membuat diriku jatuh cinta," gumam pak Akmal saat memandang Lestari dari kejauhan. "Pak Akmal, ada jadwal meeting!" Ucap Sena wakil CEO perusahaan. "Oh baik Sena!" Pak Akmal pergi ke meja Lestari memberi tahu akan ada meeting. "Lestari siapkan data-data kita akan segera meeting," Lestari merasa terkejut saat pak Akmal datang ke ruangan Lestari. "Kenapa bapak tidak memanggilku, aku bisa datang ke ruangan bapak!" Ucap lestari merasa bersalah kepada pak Akmal yang datang menemui dirinya. "Tidak usah dipermasalahkan sekarang kamu buka komputer mu!" Pak Akmal menyuruh Lestari membuka komputernya. Tanpa diduga pak Akmal membantu Lestari menyiapkan data-data yang diperlukan untuk meeting. "Baik pak," lestari segera membuka komputernya, dan ia segera mengerjakan tugas seperti yang diberi tahu pak Akmal. Pak Akmal sangat bahagia bisa bersama Lestari di ruangan tempat kerja Lestari keduanya saling menatap, dan tanpa disadari tangan pak Akmal dan Lestari bersentuhan. "Maaf pak," Lestari segera mengangkat tangannya menjauh dari tangan pak Akmal. "Tidak apa-apa!" Jawab pak Akmal sembari tersenyum menatap wajah Lestari. Detak jantung Lestari pun mulai jelas terdengar. Lestari mulai merasa ada rasa dihatinya. "Ah ini tidak boleh terjadi, pak Akmal adalah bosku!" Ucap Lestari untuk meluruskan rasa yang ada dihatinya. "Aku pergi dulu!" Pak Akmal pergi meninggalkan ruangan Lestari. Lestari mulai menyiapkan berkas-berkas yang diminta oleh pak Akmal. "Semangat aku tidak boleh salah!" Lestari mulai membaca satu persatu data yang diminta pak Akmal. Setelah 15 menit Lestari menyelesaikan pekerjaannya, ia segera pergi ke ruangan pak Akmal untuk memberikan dokumen yang pak Akmal minta. "Pak ini dokumen yang bapak minta!" Lestari memberikan map biru kepada pak Akmal. "Cepat sekali!" Ucap pak Akmal. Pak Akmal segera membaca dokumen yang lestari berikan. "Kerja bagus!" Ucap pak Akmal memuji lestari. Lestari tersenyum mendengar pujian pak Akmal. "Terimakasih pak!" Ucap lestari merasa lega dengan pekerjaan yang sudah ia buat. "Sekarang merapikan pakain dan make up mu kita akan segera meeting!" Ucap pak Akmal. Lestari segera pergi ke ruangannya ia segera merapikan pakaiannya dan make up-nya. "Aku harus tampil rapi!" Ucap Lestari sembari memandangi cermin yang ada ditangannya. Hari ini adalah hari pertama ia bekerja, ia tak ingin mengecewakan pak Akmal yang sudah baik kepada dirinya. Pak Akmal adalah salah satu bos yang sudah dewasa dan mapan. Setelah selesai merapikan pakaiannya Lestari kembali keruangan pak Akmal, pak Akmal merasa tambah tertarik dengan lestari, Gelora cinta mulai tumbuh dihatinya "Sudah pak!" Ucap lestari sembari berdiri di depan pak Akmal. Pak Akmal memandang wajah Lestari. "Ayo kita segera berangkat ke ruang meeting," ajak pak Akmal untuk pergi ke ruangan meeting. Lestari segera mengambil data yang ada di meja pak Akmal. Ia berjalan mengikuti pak Akmal pergi ke ruang meeting. "Kamu harus mencatat semua hasil meeting!" Perintah pak Akmal. Lestari pun menganggukkan kepalanya sembari menjawab. "Baik pak aku akan bekerja dengan baik!" Tegas Lestari. Lestari sangat bersemangat untuk bekerja, ia sangat ingin membantu perekonomian keluarga Arini. "Selamat bergabung!" Sapa Sena wakil direktur yang bekerja di perusahaan milik pak Akmal. "Terimakasih Bu," jawab Lestari malu-malu. Lestari merasa sangat bahagia bisa bergabung bersama orang-orang yang sangat peduli dengannya. Dirinya tak menyangka bisa bertemu dengan orang baik di kantornya. "Lestari kamu duduk disini!" Pak Akmal memerintahkan Lestari untuk duduk di dekat pak Akmal. "Baik," Lestari segera duduk dikursi yang diminta pak Akmal. "Ingat Lestari kamu harus konsentrasi!" Pak Akmal memerintahkan Lestari untuk berkonsentrasi. Lestari menganggukkan kepalanya. "Baik pak!" Jawab Lestari dengan tegas. Lestari mulai berkonsentrasi seperti yang diminta pak Akmal. pak Akmal mulai memperhatikan Lestari, getaran cinta mulai bersemi di hati pak Akmal. ia sangat ingin bisa menikahi wanita yang bisa memberikan ia keturunan. pernikahan yang selama ini ia bina belum juga dikaruniai keturunan, ia sangat ingin bisa menjadi seorang Ayah, yang bisa menimang-nimang anak kandungnya, ia berharap bisa menikah dan memiliki keturunan seperti yang ia damba-dambakan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN