Tiga Puluh Tujuh

1875 Kata

Nic berjalan dengan meneteng lengan Vino, menyeret langkah kaki lelaki itu dan membawanya ke hadapan Naya. Naya membelalakan matanya, kenangan masa itu kembali teriang saat melihat Vino, si pelakunya. Masa dimana ia harus seorang diri mengurus pemakaman ayahnya di waktu bersamaan juga ia harus menjaga ibunya yang koma di rumah sakit. Vino langsung terperosok karena hempasan tangan Nic jadi gelagapan. Dipandangnya seorang wanita yang berdiri kaku tepat di depan wajahnya, menatapnya dengan tatapan penuh kebencian yang dalam. Secara naluri lelaki itu berjalan mengandalkan lututnya. Menangkup kedua tangannya di depan wajah. "Maafin gue... please gue mohon maafin. Jangan masukkin gue ke dalam penjara" lirihnya memohon sedikit kebaikkan di hati Naya. Wanita itu jengah, spontan ia mundur tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN