“Kalian berpencarlah,” perintah Axele. Luc dan Reynart langsung berpencar untuk mencari benda yang harus mereka temukan. Setiap ruangan di rumah ini mereka cek satu persatu meskipun ada risiko yang harus diambil. Luc memasuki ke dalam ruangan yang entah apa itu. Seperti sebuah kamar, namun banyak vas bunga sebagai hiasan di sana serta lukisan-lukisan aneh juga. Kemudian mata Luc berhenti kepada sebuah kalung yang tergantung di dinding atas ranjang besar di sana. Luc mendekati ranjang dan menatap liontin berwarna merah pekat itu dengan tatapan mengernyit. Dirinya seperti pernah melihat liontin itu sebelumnya, tetapi entah di mana. “Aku sudah menemukannya. Kalian datanglah ke sini.” Tiba-tiba saja Luc mendengar suara Reynart di dalam kepalanya. Luc mengurungkan niatnya untuk mengecek l

