Enjoy Reading. *** Beberapa saat sebelumnya. Putri memandang sekitarnya, berharap akan memiliki kesempatan kembali ke mari. “Kamu yakin?” tanya Vano membawakan koper milik Putri. Putri mengangguk dan berjalan menuju mobil, duduk dalam diam di perjalanan, Vano bingung harus bagaimana, entah kenapa Putri terlihat berbeda dan sangat tidak terjangkau. “Aku nggak tenang Vani, aku ikut saja ya.” “Nggak usah Vano, aku baik-baik saja kok, aku yakin nanti Joe bakal menyusul.” “Vani?” Vano benar-benar tidak tega sebenarnya, bagaimana pun juga Vani pernah ada di hatinya, dan melihat Vani sedih, Vano jadi ikut merasa merana. “Terima kasih sudah mau mengantarku,” ucap Vani sebelum masuk ke dalam kereta, Vano hanya bisa memandang wanita masa lalunya meninggalkan dirinya. Cinta pertamanya yang m

