ANGGIA seperti mendapat durian runtuh ketika ia melihat Aluna pulang bersama Alaska. “Alhamdulillah. Kamu beneran ke sini lagi, Nak!” serunya senang. “Ayo, sini, masuk-masuk!” Anggia segera menggiring Alaska untuk masuk ke dalam rumah dan melupakan putrinya sendiri yang masih kepanasan di teras. “Ih, Mami, kok Aluna ditinggal?” seru Aluna dengan suara manjanya. “Ah, maaf, Hon! Mami terlalu excited lihat Alaska! Gimana tadi roti bikinan Tante? Kamu suka?” “Alaska—” “Alaska suka, Tante,” kata Alaska membungkam Aluna. “Alhamdulillah. Tante sudah deg-degan sekali! Takut kamu nggak suka!” ujar Anggia seraya memegang dadanya. “Sekarang kalian sudah makan siang, belum? Mau Tante bikinkan sesuatu?” “Nggak usah, Tante. Alaska nggak mau ngerepotin.” Namun Anggia segera mengibas-ngibaskan t

