Setelah anak-anak puas berenang, mereka mandi dan bermain disekitaran taman belakang yang memang dibuat Ivan agar Josh dan Jess leluasa bermain sehari-hari. Ada ayunan, trampolin, sampai gajebo kecil berbentuk kemah sebagai tempat mereka berteduh atau bermain di dalamnya. Jess menghampiri Ivan sambil tersenyum. “Papi, Jess cantik kata Leon. Ini dali Leon, katanya nanti Jess itu plincess nya Leon kalau udah gede kayak Papi sama Mami.” Mata para orang dewasa seketika saling memandang satu dan lainnya, seakan takdir sedang menyetujui ide lucu-lucuan mereka dari apa yang baru saja Jess katakan sebagai penanda bahwa candaan mereka mungkin akan menjadi kenyataan. Ivan mengecup kening putrinya, mengangguk sambil tersenyum. “Masih lama itu, Jess. Sekarang jadi teman main dulu bareng sama koko J

