Bab 27

1378 Kata

Angin malam menyusup dari sela jendela yang tak tertutup rapat. Langit Jakarta masih menyala dengan kerlip lampu-lampu kota, tapi di dalam kamar utama penthouse itu, hanya ada satu sumber cahaya. Lampu meja dengan nyala kekuningan, seperti sisa matahari yang ditahan paksa agar tidak tenggelam. Lavinia berdiri di depan lemari pakaian, mengenakan kaus tipis miliknya sendiri yang jarang ia pakai. Bukan gaun malam satin, bukan pula balutan mewah dari rumah mode mana pun. Hanya kaus putih oversized dan celana pendek longgar. Rambutnya dibiarkan tergerai, sedikit lembap, dan pipinya masih menyimpan semburat merah muda akibat mandi air hangat. Seth berdiri tak jauh darinya. Seperti biasa, tubuh tegapnya siap siaga. Tapi malam ini, tidak ada agenda. Tidak ada tugas. Tidak ada tamu. Hanya mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN