Bab 33

1871 Kata

Lavinia melangkah masuk ke kamarnya. Sunyi menggantung di udara seperti kabut setelah hujan badai. Gaun itu masih membalut tubuhnya, tapi kilau anggunnya kini terasa seperti pelindung usang yang sebentar lagi akan dilepas. Seth mengikuti di belakang, menutup pintu perlahan. Tak satu pun dari mereka bicara. Lavinia berdiri di tengah ruangan, membelakangi Seth. Lalu ia bicara tanpa menoleh. “Buka sepatuku.” Seth tidak menjawab. Ia hanya mendekat perlahan, lalu berlutut di belakangnya. Tangannya terulur dengan hati-hati. Jari-jarinya menyentuh pergelangan kaki Lavinia yang dingin, kurus, tapi tetap teguh seperti tulang baja di balik kulit sutra. Ia membuka tali sepatu hak satu per satu, gerakannya pelan, nyaris seperti ritual. Hak kanan terlepas lebih dulu. Kemudian yang kiri. Ia menyus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN