Bab 39

920 Kata

Apartemen itu sunyi. Elvano membuka pintu dengan kunci elektronik yang ia daftarkan diam-diam sejak awal. Satu lantai di tengah gedung pencakar langit itu adalah hadiah, atau lebih tepatnya, alat kendali yang ia bungkus dalam nama cinta untuk Aurelia. Tempat yang ia janjikan sebagai ruang aman, ruang bebas, ruang di luar pernikahannya yang kering, dingin, dan penuh bayangan Lavinia. Namun malam ini, tidak ada tanda-tanda kehangatan. Tidak juga suara. “Rel?” panggil Elvano, nada suaranya serak, dipecah gema oleh langit-langit tinggi. Tidak ada jawaban. Langkahnya berderap pelan menyusuri ruang tamu. Lampu-lampu tidak dinyalakan, hanya semburat kecil dari lampu dapur yang masih menyala. Sofa tempat mereka pernah bercinta kini kosong, dengan satu bantal terlempar ke lantai. Anehnya, buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN