Dirga tidak tahu kesalahan apa yang sudah dilakukannya sampai membuat Aurora tak mau bersuara sejak mereka meninggalkan Rumah Cinta. Perempuan itu bahkan membuang muka dan lebih memilih menatap ke luar jendela sambil bertopang dagu. Playlist yang terputar dari music player di mobilnya tidak menarik perhatian Aurora sedikitpun. Padahal biasanya, kekasihnya itu akan ikut bersenandung mengikuti lirik lagu yang sedang berputar. “Sayang,” Dirga mengusap puncak kepala Aurora lembut, namun tak membuat perempuan itu beralih menatapnya. Hanya gumaman singkat yang diberikan Aurora sebagai respon atas panggilan Dirga. “Kamu… marah?” Barulah pertanyaan tersebut membuat Aurora mau tak mau menegakkan tubuhnya dan menatap Dirga. Bibirnya merekahkan senyum yang Dirga tahu kalau itu adalah jenis senyum y

