Yang Ingin Ditemui

1646 Kata

Lelaki paruh baya itu meremas lembut tangan perempuan yang digenggamnya. Terasa lembab karena keringat dingin akibat rasa gugup yang mendera calon istrinya itu. Dia mencoba menyalurkan kehangatan dan kenyamanan serta ketenangan untuk menghadapi sesuatu yang beberapa bulan terakhir begitu mereka nantikan terjadi. “Siap?” tanya Ganendra pada Nilam di sebelahnya. “Nggak,” Nilam menggelengkan kepalanya dan menghembuskan napas berulang kali. “Aku juga nggak siap. Tapi apapun responnya, kita harus tetap menerima. Memang resikonya begitu, kan?” “Iya. Sekalipun yang kita terima adalah penolakan.” Ganendra kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Nilam, memastikan kalau perempuan itu sudah duduk nyaman di kursi penumpang dengan sabuk pengaman yang sudah terpasang. Dia kemudian memutar setengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN