Part 32 Kita saling bertapapan tanpa kata, lalu Dania nyosor cium bibir gw. Kita pun berciuman, kali ini ciuman Dania gw rasa penuh dengan curahan kasih sayang. Ciumannya bener² lembut nyampe terasa menyentuh hati. Rasa cinta gw ke Dania juga seakan tumbuh kembali. Beberapa menit kemudian Dania melepas ciuman lalu dia meluk gw dengan erat seraya berkata "maafin kebodohan aku Ka". Dalam pelukan itu sejujurnya disatu sisi gw ngerasa bahagia dengan kembalinya Dania yang menjadi cinta pertama gw, disisi lain merasa bersalah sama Nisa walau hubungan kita tanpa status pacar tapi gw udah ngerasa ngehianatin dia. Perasaan bersalah ini bukan karena gw ciuman sama Dania melainkan karena tumbuhnya perasaan cinta yang sudah lama mati. Beberapa menit berlalu, gw makin ngerasa nyaman berada dalam pelu

