Terasan

382 Kata
Pengertian Terasan (Terasering) Terasan atau terasering adalah metode pengolahan lahan miring dengan cara membuat bidang-bidang datar menyerupai tangga pada lereng bukit. Tujuannya adalah untuk mengurangi erosi tanah, memperlancar penyerapan air, dan menyediakan area tanam yang stabil bagi kelapa sawit. Tujuan Terasan di Perbukitan Mencegah longsor dan erosi: Mengurangi kecepatan aliran air hujan di lereng. Menstabilkan tanaman: Memberi ruang datar untuk tanaman sawit agar bisa tumbuh tegak dan tidak miring. Memudahkan pemeliharaan dan panen: Operator dan pekerja bisa bergerak lebih aman di lahan miring. Meningkatkan efisiensi lahan: Memungkinkan penanaman di daerah yang sebelumnya terlalu curam. Jenis-Jenis Terasan Teras Individual (Teras Cincin): Dibuat melingkar di sekitar lubang tanam sawit. Cocok untuk kemiringan lereng Teras Gulud (Contour Ridge Terrace): Teras kecil mengikuti kontur, dilengkapi guludan tanah di sisi luar. Cocok untuk kemiringan 15–25%. Teras Bangku (Bench Terrace): Teras datar dan lebar yang digali ke dalam lereng. Cocok untuk kemiringan 25–40%. Paling stabil, tapi biaya tinggi dan memerlukan excavator. Langkah-Langkah Pembuatan Terasan Survey Kontur: Gunakan GPS, waterpass, atau alat bantu lainnya untuk menandai kontur tanah. Tandai jalur teras dengan patok atau tali plastik warna terang. Cut and Fill: Potong bagian atas lereng (cut) dan pindahkan tanah ke bagian bawah (fill) untuk membentuk permukaan datar. Pastikan kemiringan sisa (back slope) dan tebing luar (outer slope) stabil. Lebar Teras: Umumnya 5–6 meter agar bisa ditanami satu baris sawit dan akses pemeliharaan. Bisa disesuaikan dengan kemiringan dan jenis alat berat. Kemiringan Teras: Permukaan teras agak miring ke dalam (2–5%) agar air tidak langsung mengalir ke tebing. Dilengkapi parit kecil (riser drain) atau saluran pembuangan. Pembuatan Drainase: Salurkan kelebihan air ke main drain atau catchment pit agar tidak menggerus tebing. Alat Berat yang Digunakan Excavator: Untuk cut and fill dan pembentukan teras. Bulldozer (opsional): Untuk perataan dan pengerasan awal. Waterpass/laser level: Untuk mengatur kemiringan dan tinggi teras secara akurat. Hal yang Perlu Diperhatikan Jangan membuat teras saat tanah terlalu basah karena berisiko longsor. Pastikan stabilitas tebing luar dengan vegetasi penahan atau batu. Setiap 3–4 teras diselingi jalur drainase atau tanggul pengaman. Kesimpulan Terasan adalah bagian vital dari pembukaan lahan sawit di perbukitan. Dengan terasan yang tepat, lahan tidak hanya menjadi produktif tapi juga lebih aman, tahan lama, dan ramah lingkungan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN