Aku sengaja berangkat lebih awal karena ingin sarapan dulu di kantin dan baru masuk kelas saat bel berbunyi. Jadi aku tidak perlu mendapat tatapan dari anak kelas sebelah yang kemarin melihatku marah-marah. Belum lagi serbuan pertanyaan dari orang-orang yang kepo. "Bu, nasi pecel satu ya sama teh tawar hangat." "Sip nduk." Tidak lama kemudian pesananku datang, sambil sarapan aku membuka ponsel melihat berita terbaru. Muncul notif pesan dari Ninit, aku langsung menutupnya karena malas. Aku ingin menikmati sarapan dengan tenang tanpa gangguan. Beberapa notif kembali muncul kali ini dari Tika, menanyakan posisiku sekarang. Aku melihat jam tanganku, masih ada lima belas menit lagi sebelum bel masuk berbunyi. Pasti ada sesuatu kenapa mereka berdua menghubungiku. Aku segera membayar pesanank

