“Hai,” Angkasa yang sedang mengambil buku tugas di ruang guru, menoleh ketika melihat Bulan menyapanya. Lelaki itu mengangguk dan segera keluar dari ruang guru. Sementara Bulan tersenyum sendu, hatinya terasa sakit melihat Angkasa yang menghindar darinya. Angkasa melangkah dengan cepat, jantungnya berdebar sangat cepat. Ia merutuki dirinya yang masih susah melupakan cintanya kepada Bulan. Padahal sudah 5 bulan ia putus, tetapi ia masih mencintai gadis itu. Langkah lelaki itu terhenti ketika ia melihat Tita yang sedang duduk di taman bersama kedua sahabatnya. Gadis itu sedang tertawa, entah membicarakan apa dengan kedua temannya itu. Mungkin bergosip, membicarakan trend rambut atau fashion yang tidak ia mengerti. Hingga saat in

