Tiga Puluh

1052 Kata

        “Ji, kamu udah tidur?”         “Belum,” Jihan merubah posisinya menghadap Tita.”Kenapa?”         Setelah Angkasa mengijinkan Jihan menginap di rumah mereka, Angkasa juga mengabulkan keinginan Tita untuk tidur bersama Jihan di kamar tamu dengan alasan rindu sahabatnya itu.         “Gimana rasanya jadi kaya?” tanya Tita penasaran.         Jihan tertawa geli. “Enak. Mau ini itu enggak perlu mikirin harga, banyak yang tunduk sama kita dan menjadi bos.”         Tita ikut tertawa.         “Tapi aku lebih iri sama kamu dan Yuyun,” sambung Jihan sendu.         “Kenapa?”         “Kalian udah punya anak, sementara aku.. sampai sekarang belum punya anak. Padahal semua cara udah aku lakuin, dari pengobatan dokter sampai tradisional. Ditambah aku sering ditinggal suami ke luar negri,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN