Apa yang baru saja terjadi lebih dari sekadar kacau. Namun, ini bukan waktunya untuk berhenti terlalu lama. Gavin memeriksa luka di lengannya, ada goresan kecil memanjang yang sudah mulai memerah. Sedikit perih saat terkena air hujan, tapi itu bukan masalah. Satu-satunya hal yang kini Gavin utamakan adalah bagaimana Azura yang terus menghubunginya. Gavin sudah meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja. Namun, hingga kini, layar ponsel masih saja menunjukkan panggilan Azura yang terus berulang. Gavin tahu, Azura pasti cemas, lebih dari sekadar khawatir, bahkan mungkin hampir panik. Gavin tidak bisa membiarkan itu terus terjadi. Jadi, alih-alih mengakui yang sebenarnya, dia memilih untuk tidak berkata apa-apa. Sumpah demi apapun, Gavin tidak berniat berbohong. Tidak pula Gavin menolak untuk

