42. Buket Peony

1414 Kata

Setelah membiarkan Laura pergi, Azura gegas menutup pintunya rapat-rapat. Dia seperti tak hanya menutup pintu itu secara fisik, tapi juga menutup segala cerita, drama, dan kenangan yang pernah ada. Bukan hanya tentang Laura, tapi juga mengenai Gavin dan segala masa lalu di antara mereka bertiga. Azura menganggap pertemuan kali ini bukan sebagai momen 'sampai jumpa lagi'. Ini lebih tepat dikatakan sebagai momen 'selamat tinggal'. Artinya, Azura sama sekali tidak menginginkan pertemuan selanjutnya. Semuanya telah tamat. "Mbak," panggil Afi dari arah ruang tengah. Azura mendongak seraya sedikit mengangkat alis. "Ada sesuatu? Mbak bisa cerita sama saya." "Nggak ada," balas Azura. "Tapi dari tadi Mbak Azura nangis terus." Kelopak mata Azura lantas berkedip cepat. Sambil menggelengkan kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN