26. Pengakuan

1031 Kata

Tidak biasanya wajah Gavin diselimuti mendung. Biasanya, lelaki itu selalu tampak bahagia saat menatap wajah Azura. Namun, kali ini Gavin cenderung terlihat murung. "Ada sesuatu?" tanya Azura. Gavin menarik bibirnya untuk membentuk senyum tipis, senyum terpaksa. "Maaf karena kemarin aku harus bertemu dengan Anna," lanjut Azura. Gavin mengangguk. "Bukan masalah." "So?" Lelaki itu lantas menatap lekat kedua mata Azura. Manik abu-abu yang biasanya bersinar, kini berubah redup. Butuh waktu sekian detik bagi Gavin untuk sekadar mengucapkan satu kata. "Ra, maaf." Alis Azura sontak mengernyit. "Maaf? Untuk apa?" "Untuk semuanya." Gelengan kepala lantas memberi tanda bahwa Azura tak mengerti apa yang Gavin maksud. Sejauh ini, Azura tidak merasa punya masalah apapun dengan lelaki itu. Cuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN