"b*****h!" "Anak tidak tahu di untung!" "Lepaskan aku sialan!" Berbagai macam umpatan sampai ke telinga Gery. Sudah lama, ia tidak merasakan kasih sayang orang yang harusnya ia panggil Ayah. Orang yang harusnya menuntunnya menghadapi pahitnya dunia ini. Orang yang harusnya memberinya banyak kasih sayang. Ya, harusnya. Namun sayang, semua berjalan tidak seharusnya. Pukulan, tamparan, paksaan dan ancaman yang ia dapatkan. Serta mental yang terganggu melihat ibunya disakiti. Pria itu bersenang-senang dengan perempuan lain tanpa memikirkan perasaan dirinya dan sang ibu. Hancur ia kala itu. Gery menatap sendu sosok pria paruh baya yang digiring polisi. Hatinya sakit mendengar setiap umpatan yang keluar, tertuju padanya. Lama tidak merasakan kasih sayang, bukan berarti dirinya tidak memilik

